Upacara Saparan “Sebaran Apem Kukus Keong Emas” - Banyudono, Kab. Boyolali, Jawa Tengah

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaUpacara Saparan “Sebaran Apem Kukus Keong Emas” - Banyudono, Kab. Boyolali, Jawa Tengah
Karya BudayaAdat Istidat Masyarakat
Karya Budaya SubUpacara Tradisional
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPenetapan
Pelaku KomunitasWidarto
Pencatat Karya BudayaNoor Sulistyo Budi, SH
NarasumberNoor Sulistyo Budi, SH, Upacara Saparan, BPSNT, Tahun 2009
ProvinsiJawa Tengah
Kabupaten/KotaKAB. BOYOLALI
Penginput DataArni Devi Fitriani
Sejarah : Upacara Saparan “Swebaran Apem Keong Emas” sudah menjadi tradisi bagi masyarakat pendukungnya, atau masyarakat Pengging Boyolali umumnya, upacara ritual ini dilaksanakan pada setahun sekali, tapatnya pada bulan Sapar (Jawa), dan dimulai pada saat setelah sholat Jum’at (kurang labih pukul 15.00 Wib). Lokasi yang dipergunakan adalah di sekitar halaman masjid Cipto Mulyo. (Menghormati RNg Yosodipuro, pujangga Kraton Solo TUS. Pajang) Deskripsi : Upacara ritual ini disebut, sebaran apem keong emas untuk menghormati pujangga RNg Yosodipuro I, di Desa Bendan, tepatnya di depan halaman masjid Ciptomulyo, yang berada di komplek makam RNg Yosodipuro I sebagai ungkapan / menghormati / mengaktualisasikan perkembangan yang di ajarkan oleh RNg Yosodipuro kepada murid-muridnya (santrinya) pada waktu itu, pelaksanaan upacara ini bulan Sapar (Jawa) pada hari Jum’at kurang lebih jam 15,00 Wib, sebelum apem di sebar, diadakan malam tirakatan, tahlil, doa, fungsi sosial budayanya dapat mengatakan warga sekitar, dan dapat bergotong-royong, persatuan kesatuan